Membumikan Gas Bumi dengan Mengenal Gas Bumi Beserta Kelebihannya

November 20, 2017

             Program konversi minyak tanah ke LPG tahun 2007 yang lalu banyak masyarakat yang berharap agar tidak terjadi kelangkaan seperti saat menggunakan minyak tanah. Ternyata, kelangkaan pun sering terjadi pada LPG, ditambah harganya yang terus merangkak naik. Kelangkaan LPG dapat dipahami karena LPG hanyalah “produk sampingan” dari tambang minyak.

            Harga LPG yang terus merangkak naik disebabkan faktor produksi yang sedikit, sedangkan untuk menutupi kebutuhan dalam negeri pemerintah mengimport dari Timur Tengah terutama Iran & Arab Saudi. Bandingkan dengan cadangan gas bumi dalam negeri yang cukup banyak karena setiap melakukan pengeboran minyak ternyata yang keluar gas alam. Sebagai informasi bahwa tahun 2012 gas yang diekspor mencapai 3.631 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) sedangkan untuk dalam negeri hanya 3.550 BBUTD, pada 2013 diekspor 3.370 BBTUD untuk domestic sebesar 3.660 BBUTD sedangkan 2014 mencapai 3.850 BBTUD untuk domestic sebesar 4.560 BBTUD.
            Sudah saatnya Indonesia beralih dari LPG ke Gas Bumi mengingat Indonesia cukup banyak cadangan Gas Bumi dan merupakan salah satu Negara pengeksport Gas Bumi. Kemudian timbul pertanyaan kok beralih dari LPG ke Gas Bumi, kan sama-sama “gas”? aman ga dipakai untuk memasak? murahan mana antara gas bumi dengan LPG? Okay, mari kita bahas satu persatu.

Apa perbedaan Antara Gas Bumi dengan LPG?
Sumber: SS House Tips

            Walaupun sama-sama dari gas, tetapi gas bumi dan LPG berbeda satu sama lain. Kalau gas bumi berasal dari gas methane (C1) dan gas ethane (C2), sementara LPG berasal dari liquefied petroleum gas. Walaupun keduanya sama-sama dapat dijadikan bahan bakar khususnya memasak, namun LPG dianggap lebih praktis karena dapat dimasukkan kedalam tabung gas LPG berbagai ukuran, sementara gas bumi melalui pipa, bisa saja dikemas dalam tabung namun tidak ekonomis karena harganya akan jauh lebih mahal.

Bagaimana tingkat keamanan Gas Bumi dibanding LPG?

Sumber: Champion-Fullfilment
          Maraknya insiden ledakan tabung gas ketika awal konversi minyak tanah ke LPG membuat masyarakat sedikit khawatir.  Namun sebenarnya lebih aman mana gas bumi melalui pipa dibanding LPG? Jika gas bocor berbahayakah?
            Penggunaan gas bumi melalui pipa jauh lebih aman, Mengapa lebih aman? Karena dalam pemasangan pipa gas tentu dilakukan oleh tim khusus yang tersertifikasi, terus dimonitor pemasangannya apakah sudah aman, sebelum digunakan untuk memasak. Bandingkan dengan tabung LPG yang tiap kali habis kita pasang sendiri, copot-pasang, kalau salah bisa meledak karena tekanan tinggi dari tabung LPG. Sedangkan tekanan gas bumi ketika bocor tekanannya sangat rendah dan dapat ditutup pakai tangan ketika terjadi kebocoran.

Lebih hemat mana antara Gas Bumi dengan LPG?
  Sumber:Huffingtonpost

          Mungkin ini pertanyaan yang ditunggu ibu rumah tangga, lebih hemat mana antara Gas Bumi dengan LPG, karena semakin hemat pengeluaran rumah tangga, ada dana yang bisa dialihkan untuk membeli make up :).
            Untuk pelanggan Gas Bumi, dikenakan perhitungan pembayaran pemakaian Gas per Bulan sebesar Jumlah Gas yang terpakai dengan harga gas yang berlaku. Tarif gas bumi dibedakan antara Pelanggan Rumah Tangga, Pelanggan Kecil dan Bisnis.
            Pelanggan Rumah Tangga (RT) adalah kelompok Pelanggan yang menggunakan gas untuk kebutuhan sendiri dan tidak bersifat komersial/jasa. Pelanggan Rumah Tangga dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan penggunaanya.
1.         RT-1: Kelompok rumah tangga, meliputi rumah susun yang dikelola oleh pemerintah, rumah dinas pemerintahan, rumah dinas TNI dan Polri, rumah sederhana, runah sangat sederhana dan sejenisnya yang dipergunakan untuk rumah tinggal.
2.         RT-2: Kelompok pelanggan Rumah Tangga, meliputi rumah menengah, rumah mewah, apartemen, rumah susun swasta dan sejenisnya yang dipergunakan untuk rumah tinggal.
            Pelanggan Kecil (PK) adalah kelompok pelanggan yang menggunakan gas untuk kegiatan yang bersifat jasa dan/atau komersial atau non komersial tapi range pemakainan sebesar 51-1000m3 per bulan. Pelanggan Kecil dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan pengunaannya:
1.         PK-1: Kelompok Pelanggan Kecil yang menggunakan gas untuk kegiatan non komersial seperti rumah sakit pemerintah, puskesmas, panti asuhan, tampat ibadah, lembaga pendidikan pemerintah, lembaga keagamaan, kenator pemerintah, lembaga sosial dan sejenisnya.
2.         PK-2: Kelompok Pelanggan Kecil yang menggunakan gas untuk kepentingan komersial UMKM, hotel, restoran/rumah makan, rumah sakit swasta, perkantoran swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan/ruko/rukan/pasar/mall/swalayan dan kegiatan komersial sejenisnya.
            Untuk mengetahui berapa besar penghematan anda saat beralih dari LPG ke Gas Bumi, bisa menggunakan Kalkulator Energi Baik klik disini

            Setelah melihat ulasan diatas, mungkin ada pembaca yang tertarik untuk mengganti LPG dengan Gas Bumi? Lalu timbul pertanyaan selanjutnya instansi mana yang menyediakan Gas Bumi ? dan bagaimana cara berlangganan Gas Bumi?  Well, mari kita lanjutkan pembahasannya.
Sumber: rakyatmediapers

            Salah satu penyedia Gas Bumi adalah Perusahaan Gas Negara (PGN). Perusahaan Gas Negara (PGN) adalah perusahaan nasional Indonesia terbesar di bidang transportasi dan distribusi gas bumi yang berperan besar dalam pemenuhan gas bumi domestik. Perusahaan Gas Negara (PGN) telah bertransformasi menjadi perusahaan yang berdedikasi pada satu tujuan yakni memberikan keahlian, energy dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara jangka panjang. PGN secara berkesinambungan mengintegrasikan rantai bisnis gas bumi dari hulu sampai hilir demi melayani masyarakat.

Bagaimana Cara Berlangganan Gas di PGN ?
Pada dasarnya pendaftaran berlangganan gas untuk Rumah Tangga (RT), Pelanggan Kecil (PK) atau Industri sama saja. Berikut 5 Langkah mudah berlangganan gas di PGN.
1.      Pengisian Formulir Berlangganan Gas
Formulir berlangganan gas dapat diperoleh melalui PGN Contact Center 1500 645, kantor area PGN terdekat, download disini atau melalui online registration.
2.      Survey Lokasi
Petugas PGN menghubungi calon pelanggan untuk melakukan verifikasi, pengumpulan data dan mendiskusikan rencana kebutuhan calon pelanggan.
3.      Penandatanganan Perjanjian
Calon pelanggan dan PGN akan menandatangani perjanjian jual beli gas setelah seluruh proses evaluasi berlangganan gas selesai dilakukan
4.      Penyiapan Infrastruktur Penyaluran Gas
PGN selanjutnya akan menyiapkan infrastruktur gas mulai dari jaringan pipa induk sampai dengan stasiun pengukur gas dilokasi pelanggan, sedangkan calon pelanggan melakukan pembangunan pipa instalasi dalam serta persiapan peralatan yang akan menggunakan gas.
5.      Pelaksanaan Gas In
Gas In adalah pengaliran gas ke peralatan milik pelanggan yang menggunakan gas dan dilakukan setelah seluruh proses selesai dilakukan.
            Oiya guys, selain untuk memasak, Gas Bumi juga dapat dimanfaatkan sebagai Bahan Bakar kendaraan (BBG) dan Pembangkit Listrik. Akan saya bahas di postingan selanjutnya ya :)
SEMOGA BERMANFAAT

                                       

You Might Also Like

0 comments

Subscribe