Pecinta Anak Yatim dan Dhuafa, Setulus Cinta Seribu Berkah

December 18, 2017

“Jadi ikut Bukber Super Camp PAY ga ka?” tanya Dini dalam sebuah pesan singkat.
“Insya Allah ikut Din," jawabku.

Percakapan singkat saya dengan Dini, seorang mahasiswi yang baru saya kenal ketika mendaki disalah satu gunung di Jawa Tengah. Dini bermaksud mengajak saya untuk bergabung menjadi relawan di komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta atau yang biasa disingkat PAY & DO IT.  Ramadhan tahun ini, PAY & DO IT akan mengadakan buka puasa bersama dengan 1000 anak yatim dan dhuafa se Jadetabek.

PAY & DO IT adalah sebuah gerakan membangun semangat berbagi anak negeri tanpa birokrasi untuk membuat mereka tersenyum. Mereka disini adalah para anak yatim dan dhuafa yang belum tersentuh oleh pelayanan sosial Negara dan lembaga sosial lainnya. Tak lama berselang, telepon genggam saya kembali berbunyi, setelah saya cek ternyata pesan dari Dini.


“Kak, Hari minggu ada rapat akbar jam 07.00 wib di Cibubur," ujar Dini memberikan informasi bahwa akan ada rapat akbar perdana.


Tepat dihari yang telah dijadwalkan untuk rapat akbar, setelah sholat subuh, saya langsung berangkat menuju ke Bumi Perkemahan Cibubur, tempat berlangsungnya rapat akbar perdana. Keberangkatan saya ke Cibubur setelah sholat subuh agar tidak telat, datang tepat waktu akan menunjukkan bahwa saya memang berkomitmen untuk bergabung menjadi tenaga relawan.

Divisi Penanggung Jawab Yayasan

Sesampainya di lokasi, langsung berkenalan dengan relawan-relawan lain yang telah datang terlebih dahulu. Setelah saling berkenalan, tiba waktunya pembagian divisi, dan ternyata saya dipercaya untuk memegang tanggung jawab didivisi Penanggung Jawab Yayasan. Saya mendapat tugas di yayasan BPYD AL Ikhlas, sebuah yayasan di daerah Karet, Jakarta. Dimana nantinya akan bertanggung jawab terhadap keamanan adik-adik laskar langit, dari yayasan ke lokasi acara dan sebaliknya. Laskar Langit adalah sebutan kami untuk adik-adik yatim dan dhuafa.
           
***


“Kami membutuhkan relawan yang benar-benar berkomitmen. Kalau setengah-setengah mendingan mundur dari sekarang. Dana yang kita butuhkan sekitar Rp.600.000.000 sedangkan kami belum ada dana sama sekali, untuk itu kami mohon kakak-kakak relawan ikut bantu menjemput donasi," ujar bang Zar dalam sambutannya.


Suasana Rapat Akbar Perdana PAY & DO IT

Kami dikumpulkan di pendopo Bumi Perkemahan Cibubur untuk mendengar sambutan dari Bang Zar sebagai Pembina PAY & DO IT. Mendengar pernyataan Bang Zar tadi, sedikit menyiutkan nyali saya. Bagaimana tidak, saya pikir dananya sudah ada dan kami sebagai relawan tinggal menjalankan tugas kami saja. Ternyata, dananya tidak ada, ditambah dana yang kami butuhkan untuk membahagiakan adik-adik Laskar Langit sebesar Rp.600.000.000 terbilang cukup besar, nilai yang begitu fantastis bagi saya.

Keesokan harinya, langsung menghubungi pak Wibi sebagai pembina yayasan di BPYD Al-Ikhlas, membuat janji untuk bertemu. Dihari yang telah ditentukan, saya mendatangi sebuah musholla kecil di belakang apartemen megah di daerah Karet, Jakarta, dimana yayasan BPYD Al-ikhlas menjalankan kegiatannya. Maksud kedatangan saya ke BPYD Al-Ikhlas untuk mendata 50 anak yatim dan dhuafa yang akan ikut di acara Bukber Super Camp.

Urusan dengan pihak BPYD Al-Ikhlas selesai, langsung fokus menjemput donasi, karena ada rezeki adik-adik Laskar Langit yang harus dijemput. Mulai kusebar proposal ke teman-teman dekat, ternyata respon yang saya dapat begitu baik. Yang awalnya saya begitu pesimis, mendadak berubah menjadi optimis. Selama niat kita baik, Biidznillah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan permudah jalannya, itu yang menjadi keyakinan saya saat itu. Walaupun sampai 2 minggu sebelum acara, dana yang dibutuhkan belum mencapai target.

“Bagaimana kalau kita berjualan pakaian layak pakai di car free day," ujar  Andini seorang relawan dari regional Bekasi.

Berjualan Pakaian Layak Pakai di CFD
Setelah mengupayakan menjemput donasi tetapi belum mencapai target, muncul ide untuk menjual pakaian layak pakai di car free day. Ditunjuklah Andini sebagai koordinator pengumpulan pakaian layak pakai. Setelah terkumpul mulailah berjualan di car free day. Alhamdulillah 3 hari sebelum acara, dana yang dibutuhkan sudah terkumpul semua, walaupun dari dana awal yang di targetkan  Rp.600.000.000 menjadi Rp.492.580.000 setelah dilakukan efisiensi anggaran di berbagai tempat.

Tiba di hari acara, setelah sholat dzuhur berjamaah di Musholla Al-Ikhlas, saya dan pak Wibi melakukan briefieng terhadap adik-adik laskar langit, mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lokasi acara. Mendata ulang peserta yang berangkat, ternyata jumlahnya hanya 47 orang dari 50 orang yang sudah didata sebelumnya. 3 anak mendadak cancel karena orang tua mereka tiba-tiba tidak mengizinkan dengan berbagai alasan. Tepat pukul 13.00 wib kami berangkat dari titik penjemputan di daerah Benhil ke Cibubur.

Pukul 14.10 wib, kami sampai di lokasi acara. 47 adik-adik Laskar Langit dari BPYD Al-ikhlas aku serahkan ke kakak-kakak relawan divisi pendamping. mereka yang akan bertanggung jawab terhadap adik-adik laskar langit selama acara berlangsung, dimana 1 kakak pendamping bertanggung jawab terhadap 4 adik-adik laskar langit.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Bang Zar, sholat ashar berjamaah dan dilanjutkan dengan acara cerdas cermat, dengan perwakilan 1 adik laskar langit dari tiap yayasannya. Setengah jam sebelum berbuka, kami di divisi penanggung jawab yayasan membantu divisi konsumsi untuk membagikan makanan berbuka puasa. Disinilah tenaga saya lumayan terkuras untuk membawa makanan dari tenda konsumsi ke stage tempat adik-adik laskar langit berkumpul. Karena mayoritas relawannya adalah perempuan, Jadi, relawan laki-laki yang sedikit benar-benar jadi andalan untuk mengangkat barang-barang yang lumayan berat, dengan kondisi yang sedang puasa pula. Tetapi, lelah itupun sirna melihat keceriaan adik-adik laskar langit.

Selesai berbuka dengan makanan ringan, dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, lalu tadarus Al-Qur’an sambil menunggu waktu sholat isya datang. Kemudian sholat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan taraweh berjamaah. Selesai taraweh berjamaah dilanjutkan dengan makan malam, dengan menu yang sedikit lebih berat dibandingkan menu berbuka. Tepat pukul 21.00 wib adik-adik laskar langit dipersilakan istirahat di tenda-tenda yang sudah di tentukan sambil menunggu malam renungan. Malam renungan yang kami maksudkan agar adik-adik laskar langit setelah pulang dari acara Bukber Super Camp PAY menjadi pribadi yang lebih baik. 

Jeda antara waktu istirahat jam 21.00 wib sampai pukul 01.00 wib inilah, kami sebagai relawan laki-laki harus rela berkorban lagi. Kami mempersilakan relawan wanita untuk beristirahat juga, karena tepat pukul 01.00 wib akan diadakan qiyamul lail. Kami relawan laki-laki tetap berjaga-jaga di sepanjang area lokasi, takut ada adik-adik laskar langit yang ingin ke toilet sedangkan kondisi malam di Bumi Perkemahan Cibubur begitu gelap. Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, maka kami tetap berjaga-jaga.

Tepat pukul 01.00 wib adik-adik laskar langit dibangunkan untuk mengikuti sholat qiyamul lail,  dilanjut dengan renungan malam sampai masuk waktu untuk sahur. Saat sahur, saya harus membantu divisi konsumsi lagi untuk mendistribusikan makanan, dengan kondisi mata yang lumayan perih karena menahan rasa kantuk. Rasa kantuk yang disebabkan karena mata saya belum beristirahat sama sekali.

Selesai sholat subuh berjamaah dan relawan lain sudah terbangun, giliran saya yang tidur, karena mata saya sudah benar-benar tidak kuat menahan rasa kantuk. Tidur sejam kemudian bangun, karena acara pagi akan dimulai. Pagi itu adik-adik laskar langit diajari metode menghafal Al-Qur’an dengan cepat, dilanjut pembagian hadiah untuk pemenang lomba cerdas cermat, diiringi riuh adik-adik Laskar Langit, yang yayasannya menang lomba cerdas cermat.

***

Foto Bersama selepas acara Bukber Super Camp PAY

Akhirnya acara Bukber Super Camp PAY ditutup dengan sambutan penutup dari bang Zar, photo bersama dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah berupa tas dan peralatan sekolah lainnya, makanan ringan beserta uang tunai. Disinilah kebahagiaan saya sebagai relawan memuncak. Ekspresi bahagia adik-adik laskar langit ketika menerima hadiah dari kami, membayar semua rasa lelah kami selama beberapa bulan terakhir. Akhirnya saya antar mereka balik ke BPYD Al-Ikhlas menggunakan truck TNI dengan badan yang mulai mengeluarkan bau tidak sedap karena 2 hari tidak mandi dan mata yang memerah karena baru tidur 1 jam.

Dari acara ini saya banyak belajar, bahwa keterbatasan dari segi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk berbuat baik. Kami yang cuma bermodalkan niat baik mampu membuat 1000 adik-adik laskar langit se Jadetabek bahagia. Ternyata, masih banyak orang baik yang ingin berdonasi tetapi  tidak tahu kemana donasi itu akan mereka serahkan. Tinggal kita mau menjemputnya atau tidak.

Solusi-Solusi Menuntaskan kemiskinan

Saya percaya, ketika kita ingin membangun sesuatu harus dimulai dari bawah, karena tidak ada sejarahnya membangun dari atas. Ibarat kita membangun sebuah rumah, harus membangun pondasi dari bawah dulu baru membangun atap. Tidak mungkin membangun dari atap dulu baru membuat pondasi bawah. Begitupun dengan membangun kesejahteraan, harus di mulai dari diri kita sendiri, baru menyebar ke lingkungan yang lebih besar. Lalu bagaimana solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Berikut beberapa opini yang saya punya.

1. Donasi




Kita bisa berdonasi dengan apa yang kita miliki. Kalau kita memiliki kelebihan harta, kita dapat berdonasi dengan harta yang kita punya. Kalaupun tidak punya harta, kita masih dapat berdonasi dengan tenaga kita. Bagaimana cara berdonasi dengan tenaga? Seperti yang saya utarakan diatas, sebenarnya di Indonesia masih banyak orang baik yang peduli terhadap sesama.  Namun mereka tidak tau harus menyalurkan donasi mereka kemana, ada juga sebagian orang yang enggan berdonasi lantaran takut donasinya disalah gunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, walaupun sebenarnya mereka mau berdonasi. Kita bisa mengajak orang-orang disekitar kita untuk berdonasi dan Tentunya donasi tersebut harus disalurkan kelembaga yang sudah diakui kredibilitasnya seperti Dompet Dhuafa, dimana kita sebagai donatur dapat mengetahui disalurkan kemana uang donasi kita. Dengan cara seperti itupun anda sudah bisa disebut pahlawan kemanusiaan atau bahasa gaulnya hero zaman now.

2. Memperbanyak Sociopreneur.
Sociopreneur adalah mereka yang mampu memadukan ide-ide kreatif dan progresif dalam memberdayakan masyarakat dengan sistem kemandirian bagi keberlanjutan hidupnya. Mereka adalah orang-orang yang mampu menciptakan bisnis guna memecahkan masalah-masalah sosial di masyarakat, yaitu bisnis yang tidak berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan kesejahteraan bersama.
Seiring meningkatnya jumlah sociopreneur, akan semakin banyak pula kaum dhuafa yang dapat diberdayakan atau minimal akan banyak kaum dhuafa yang merasakan dampak sosial dari meningkatnya jumlah sociopreneur.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe