PENCATATAN UTANG PPH PASAL 21 DAN PPH PASAL 22

February 20, 2018


PENCATATAN UTANG PPH PASAL 21

Wajib pajak yang membayar gai dan sejenisnya kepada karyawan tetap ataupun bukan, atas penghasilan karyawan tersebut dikenakan PPh pasal 21, dan Wajib Pajak sebagai pemberi kerja harus melakukan pemotongan  PPh pasal 21 atas penghasilan karyawan yang dimaksud.

Bagi karyawan yang dipotong PPh pasal 21, hal itu akan diakui sebagai piutang PPh pasal 21 dan sekaligus pelunasan, tetapi bagi perusahaan akan diakui sebagai utang PPh pasal 21. Dengan demikian oleh perusahaan, atas pembayaran gaji kepada karyawan yang terdapat pemotong PPh Pasal 21, akan dilakukan jurnal seperti berikut:

Gaji karyawan                  xxx
        Kas/Bank                                                         xxx
        Utang PPh pasal 21                                          xxx

PENCATATAN UTANG PPH PASAL 22

PPPh Pasal 22 akan diakui sebagai utang oleh Wajib Pajak apabila dalam transaksi yang berkaitan dengan timbulnya PPh pasal 22 itu. Wajib Pajak bertindak sebagai pemotong pajak.

Dipotong PPh mengandung  arti bahwa pada penghasilan tersebut terdapat unsur PPh yang terutang, yang pelunasannya akan dilakukan oleh yang memberi penghasilan  melalui pemotongan. Sedangka pemungut pajak mengandung arti atas suatu transaksi dibebani pajak yang dapat dikenakan terhadap penjual maupun pembeli, dengan cara dilakukan pemungutan pajak.

Yang dapat bertindak sebagai pemungut PPh pasal 22 antara lain sebagai berikut:
  1. Bendaharawan Pemerintah
  2. Pabrikan Industri Tertentu
  3. Eksportir dan pabrikan hasil pertanian
  4. Wajib Pajak tertentu atas barang mewah

Pencatatan PPh pasal 22 Oleh Bendaharawan Pemerintah 

Wajib Pajak yang menjual barang kepada Bendaharawan Pemerintah sebagai pengelola APBN/APBD yang nilainya di atas Rp. 1.000.000,00 akan dipungut PPh pasal 22.

Pencatatan PPh pasal 22 Oleh Pabrikan Industri Tertentu

Yang dimaksud industri tertentu yang atas pembeliannya akan dipungut PPh pasal 22 oleh Wajib Pajak badan usaha sebagai penjual, adalah industri seperti berikut:
  1. Semen
  2. Kertas
  3. Baja
  4. Otomotif
Pemungutan PPh pasal 22 industri tertentu tersebut dapat bersifat final, seperti pada industri semen, dan bersifat tidak final seperti pada industri kertas, baja dan otomotif.

Apabila Wajib Pajak badan sebagai pabrikan menjual produk industri tertentu seperti rokok, kertas, semen, baja, atau otomotif kepada distributor, agen, atau yang lain, atas penjualan tersebut harus dipungut PPh pasal 22 oleh Wajib Pajak. PPh pasal 22 yang dipungut oleh Wajib Pajak akan diakui sebagai Utang PPh pasal 22.

Bagi distributor, agen atau lainnya sebagai pembeli, PPh pasal 22 akan diakui sebagai piutang PPh pasal 22 yang dapat dikreditkan atau sebagai pelunasan, terantung sifat PPh pasal 22 yang dipungut tersebut, bersifat final atau tidak final.

Jurnal pemungutan PPh pasal 22 oleh pabrikan di atas adalah sebagai berikut:

Kas/Bank                                         xxx
      Penjualan                                                                  xxx
      Utang PPh pasal 22                                                   xxx 

PPh pasal 22 barang industri tertentu yang telah dipungut oleh penjual dari pembeli, bagi penjual, jurnalnya tidak dibedakan apakah PPh pasal 22 tersebut bersifat final atau tidak final.


Pencatatan PPh pasal 22 oleh Ekportir atau Industri Pertanian

Eksportir atau industri pertanian yang membeli barang pertanian dari selain petani atau kelompok tani harus memungut PPh pasal 22 sebesar 0,5%.

Pencatatan yang dilakukan oleh eksportir maupun industri pertanian atas pembelian dan pungutan PPh pasal 22 tersebut adalah sebagai berikut:

Pembelian                                     xxx
          Utang PPh pasal 22                                                     xxx
          Kas/Bank                                                                     xxx

Pencatatan PPh pasal 22 oleh Wajib Pajak Tertentu atas Penjualan Barang Mewah

Wajib pajak yang menjual barang mewah tertentu diharuskan memungut PPh pasal 22 atas pembeli.
Pencatatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak atas penjualan barang mewah tersebut adalah sebagai berikut:

Kas/Bank                                     xxx
         Penjualan                                                                    xxx
         Utang PPh pasal 22                                                    xxx

You Might Also Like

0 comments

Subscribe