PENERAPAN SAFETY RIDING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS

March 09, 2019



"Innalilahiwainailaihirojiun, telah meninggal dunia sahabat kita Hendro dari divisi Marketing karena kecelakaan lalu lintas. Semoga diterima amal ibadahnya. Aamiin", tulis seorang teman dalam grup whatsapp kantor.

***

Terkejut dan sedih ketika mendengar kabar duka itu. Bagaimana tidak, kemarin siang kami bersenda gurau bersama. Tidak hanya saya, tetapi teman satu kantor yang mengenalnya ikut merasakan kesedihan. Dia dikenal sebagai anak yang rajin dan penurut. Kami mengenalnya tiga bulan lalu saat ia pertama kali bekerja. 

Dia mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara.  Kecelakaan itu terjadi ketika ia hendak pulang ke rumah setelah bekerja. Hari itu dia pulang larut malam, setelah menyelesaikan deadline promosi untuk bulan ini. Dia yang mengenakan sepeda motor, harus terjatuh karena menghindari lubang. Nahasnya, tubuhnya terpental ke arah container yang sedang melaju tepat di sebelahnya. Dia meninggal di lokasi kejadian.

Ibunya tertekuk lesu, saat saya temui di rumah duka. Wajahnya tidak dapat menyembunyikan kesedihan yang teramat sangat. Terlihat dengan jelas, Ibunya mencoba tegar ketika menyapa para tamu yang bertazkiyah ke rumah duka. Ibunya tidak sendiri, wajah ayahnya pun tergurat penuh kesedihan. 

Tentu tidak mudah kehilangan anak yang dibesarkan dengan kasih sayang. Apalagi dia anak pertama yang diharapkan dapat membantu ekonomi keluarga. Dengan bibir yang terlihat kaku dan tatapan yang kosong, ayahnya mencoba meminta maaf kepada teman-teman yang mengenal almarhum.

Kejadian ini membuat saya lebih berhati-hati di jalan. Apalagi kantor saya ada di daerah Ancol, Jakarta Utara. Daerah yang terkenal berbahaya, karena wilayah container-container besar melintas. Baik dari arah Tanjung Priok ke Tangerang atau sebaliknya. Tidak hanya container, jalan berlubang pun menjadi tantangan di jalur ini.

Setiap ingin memacu kecepatan motor, ingat keluarga yang menanti di rumah menjadi penahannya. Berkendara ini bukan hanya soal skill, namun juga persoalan attitude. Ketika ada yang mengajak balapan di jalan raya, lebih baik tidak usah menggubrisnya. Kalau ibarat pepatah, kalah jadi abu, menang jadi arang. Kalau terjadi kecelakaan, dua-duanya sama-sama mengalami kerugian walau ada pihak yang lebih bersalah.

Well, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada-Nya. Setidaknya kita dapat berusaha menjauhi penyebab kecelakaan lalu lintas. Berbicara mengenai keselamatan berlalu lintas, ada beberapa hal yang harus kita hindari karena dapat membahayakan ketika di jalan. Nah, apa saja yang harus kita persiapkan dan hindari ketika di jalan. Simak tulisan ini sampai habis, ya!


14 pelanggaran-pelanggaran yang saya uraikan di bawah ini adalah pelanggaran yang sering dilakukan. Dengan berbagai alasan para pengendara kendaraan bermotor melakukannya. Alasan karena tidak ada polisi yang berjaga adalah hal yang paling sering didengar. Mulai saat ini kita harus merubah pola pikir. Ketika kita menjalankan prosedur keselamatan berkendara, bukan karena takut di tilang pak polisi, tetapi untuk kebaikan kita sendiri. Semoga kalian tidak termasuk orang yang melakukan 14 pelanggaran ini, ya. Oke, ini dia 14 pelanggaran yang harus kita hindari.

Menerobos Lampu Merah


Lampu lalu lintas atau traffic light merupakan komponen vital dalam pengaturan lalu lintas. Namun ironisnya, pelanggaran terhadap lalu lintas ini justru menempati urutan pertama sebagai jenis pelanggaran yang paling sering dilakukan. Padahal pelanggaran ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, melainkan pengendara lain juga.

Bila tertangkap ketika menerobos lampu merah, kamu bisa ditindak tegas dengan tindak pidana kurungan paling lama 2 bulan, atau denda sebanyak Rp 500.000 sesuai Pasal 287 ayat 2, Pasal 106 ayat 4, UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Jadi, jangan menerobos lampu merah. Meskipun, tidak ada polisi yang berjaga. Selain berbahaya bagi nyawamu, hal itu juga menjadi cerminan kepribadianmu.

Tidak Menggunakan Helm


Berbagai alasan ketika seseorang enggan mengenakan helm saat berpergian. Mulai dari jarak yang dianggap dekat, sampai alasan jalur yang dilalui tidak ada polisi yang berjaga. Harusnya kita tetap menggunakan helm karena alasan keselamatan. Kepala adalah organ yang cukup vital bagi seorang manusia. Sedikit saja terbentur, bisa menyebabkan nyawa melayang.

Selain faktor keamanan tadi, tidak menggunakan helm dapat terkena pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 sesuai Pasal 291 ayat 1. Selain itu, membiarkan orang yang dibonceng tidak menggunakan helm dapat di kenai pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 sesuai Pasal 106 ayat 8.

Melanggar Rambu-Rambu Lalu Lintas


Pelanggaran lalu lintas sering kali terjadi. Parkir di bawah rambu "dilarang parkir" serta behenti di depan rambu "larangan berhenti" sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Untuk pelanggaran jenis ini, bisa ditindak dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Namun hukuman dan denda untuk pelanggaran ini tidak mampu memberi efek jera. Seperti di Jakarta, masih sering ditemui jenis pelanggaran ini terutama di wilayah padat dengan kantung parkir yang sedikit. Mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan penertiban dengan memberikan sanksi kepada pelanggar, seperti melakukan gembok roda, pengembosan ban, bahkan langsung melakukan penderekan.

Tidak Membawa Surat Berkendara


Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu upaya polisi lalu lintas untuk meminimalisasi kecelakaan. Kok bisa? iya bisa, karena SIM menjadi bukti sah bahwa pengendara benar-benar mampu mengoperasikan kendaraannya. Ketiadaan SIM bagi seseorang berarti kemampuan berkendaranya belum teruji, yang jika kecelakaan terjadi akan merugikan pengendara lain termasuk yang sudah punya SIM.

Untuk kalian yang belum memiliki SIM, akan di tindak pidana kurungan paling lama 4 bulan, atau denda paling banyak Rp 1000.000 sesuai Pasal 281. Jika sudah punya tetapi tidak membawa, akan dikenakan denda sebesar Rp 250.000 sesuai Pasal 288 ayat 2 dan Pasal 106.

Melawan Arus



Di kota-kota besar seperti Jakarta, para pengendara sepeda motor acap kali bersikap seenaknya di jalan dengan melawan arus. Dengan dalih ingin cepat sampai, perbuatan itu sangat membahayakan diri mereka dan kendaraan yang berjalan dari arah berlawanan.

Meskipun tidak ada ketentuan khusus yang secara eksplisit melarang kendaraan melawan arus. Namun, pada umumnya terdapat rambu lalu lintas yang menandakan bahwa jalan tersebut satu arah, atau tanda larangan masuk dari sisi jalan tertentu. Jika larangan ini tetap dilanggar, akan di tindak pidana kurungan paling lama dua bulan  atau denda paling banyak Rp 500.000 sesuai  Pasal 287 ayat 1 UU LLAJ.

Tidak Menyalakan Lampu Kendaraan


Siang bukan berarti tidak menyalakan lampu. Kesadaran yang rendah akan peraturan ini akan membuat kamu dikenai tindak pidana kurungan paling lama 15 hari, atau denda paling banyak Rp 100.000 sesuai Pasal 293 ayat 2. Beruntungnya pabrikan kendaraan bermotor saat ini sudah memproduksi motor dengan lampu yang otomatis menyala ketika mesin motor dinyalakan. Lampu ini tidak bisa dimatikan kecuali dengan mematikan mesin. Hal ini diharapkan mampu mengurangi jenis pelanggaran ini.

Menerobos Jalur Busway


Maraknya kecelakaan akibat aksi nekat pengendara yang masuk ke jalur busway, tidak membuat pengendara lain jera. Begitu penjagaan dari para petugas mengendur, tidak indisipliner akan kembali berulang dengan berbagai macam alasan, mulai dari menghindari kemacetan, dan bisa lebih cepat sampai tujuan. Jika pengendara melanggar peraturan ini, akan ditindak pidana kurungan paling lama 2 bulan, atau denda paling banyak Rp 500.000 sesuai Pasal 287 ayat 1 Nomor 22 tahun 2009 UU LLAJ.

Komponen/Penggunaan Kendaraan Tidak Sesuai Peruntukan


Saat ini banyak sekali pengendara yang memodifikasi kendaraannya namun tidak sesuai dengan standar keamanan. Misalnya saja odong-odong, kendaraan yang awalnya minibus dimodifikasi menjadi odong-odong yang penggunaannya tidak sesuai peruntukkannya, sehingga membahayakan keselamatan penumpang dan kendaraan lain.

Untuk pelanggaran ini, akan dikenakan pasal 208 UU LLAJ karena tidak memiliki ijin angkutan orang, Pasal 288 ayat 1 karena tidak memiliki STNK yang sesuai dan tidak memiliki tanda nomor kendaraan, Pasal 280 dan 289 karena sabuk keselamatan tidak ada, Pasal 380 dimana perlengkapan kendaraan bermotor tidak sesuai dan tidak ada, Pasal 278 dan 285 karena tidak memiliki persyaratan teknis dalam beroperasi atau pada mobil modifikasi. Tidak hanya itu, untuk sepeda motor yang dipakai berboncengan 4 orang juga masuk dalam pelanggaran ini.

Tidak Menggunakan Spion


Pentingnya kesadaran menggunakan kaca spion masih sering diabaikan pengendara. Walau bentuknya kecil, tetapi memiliki manfaat yang cukup besar. Kaca spion ini berfungsi untuk memastikan kondisi kendaraan di sekitar saat akan berbelok. Untuk pelanggaran ini akan didenda sebesar Rp 250.000 sesuai Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ.

Berkendara Melewati Trotoar


Seyogyanya trotoar merupakan tempat bagi pejalan kaki. Namun nyatanya, hak pejalan kaki juga dirampas oleh sebagian pengendara motor. Tanpa merasa bersalah, mereka mengendarai kendaraanya di atas trotoar dan memaksa pejalan kaki untuk mengalah. Pelanggaran ini dilakukan dengan alasan menghindari kemacetan. Untuk pelanggaran ini bisa ditindak dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan, atau denda paling banyak Rp 250.000 sesuai Pasal 275 ayat 1.

Berkendara Sambil Menggunakan Handphone


Bermain handphone saat berkendara sangat berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Hal itu disebabkan karena bermain handphone saat berkendara dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Untuk pelanggaran ini akan ditindak dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan, atau denda paling banyak Rp 750.000 sesuai Pasal 283.

Ngebut di Jalan Raya


Ngebut di jalan akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dalam pasal 106 ayat 4 UU LLAJ, "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan kecepatan maksimal dan minimal". Adapun kecepatan yang diperbolehkan di daerah permukiman yakni 30 km/jam, untuk kawasan perkotaan yakni 50 km/ jam, untuk jalan antar kota maksimal 80 km/jam, dan untuk di jalan tol 60 - 100 km/jam. Untuk pelanggaran ini, akan ditindak dengan kurungan paling lama 2 bulan, atau denda paling banyak Rp 500.000 sesuai Pasal 287.

Tidak Menyalakan Lampu Sein Saat Belok


Ini adalah pelanggaran yang paling banyak saya temukan. Seolah hal ini dianggap sebagai hal yang lumrah. Sudah banyak kecelakaan akibat tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok. Padahal setiap kendaraan yang akan berbelok wajib memberikan isyarat dengan lampu penunjuk atau isyarat tangan. Untuk pelanggaran ini akan ditindak dengan sanksi kurungan paling lama 1 bulan, atau denda Rp 250.000 sesuai Pasal 284.

Anak di Bawah Umur Yang Membawa Kendaraan


Selain karena belum memiliki SIM, pelarangan ini juga karena anak-anak di bawah umur memiliki psikologis yang masih labil. Pada rentang usia ini, anak-anak sangat mudah diajak ngebut-ngebutan sebagai ajang eksistensi diri. Untuk pelanggaran ini, hukuman yang diterima sama seperti tidak memiliki SIM, yakni ditindak pidana kurungan paling lama 2 bulan, atau denda paling banyak Rp 500.000 sesuai Pasal 287 ayat 1.



Berikut ini adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan sebelum dan saat berkendara. Semoga bisa diterapkan dengan baik, ya!

Kondisi Pengendara


Sebelum berkendara atau berpergian dalam jarak yang cukup jauh, setiap calon pengendara disarankan untuk melakukan pemanasan atau peregangan otot-otot. Hal ini dilakukan agar tubuh dan mental dalam kondisi yang baik. Jangan memaksakan diri berkendara ketika mengantuk. Dalam kondisi ini, ketika posisi kita sedang di jalan, harus segera mencari tempat beristirahat untuk menghilangkan rasa kantuk tersebut.

Alat Perlengkapan Berkendara


Alat perlengkapan berkendara adalah alat yang memiliki kemampuan untuk melindungi seseorang dalam melakukan pekerjaannya, dalam hal ini adalah mengendarai sepeda motor. Setiap alat perlengkapan berkendara harus memenuhi syarat, yakni nyaman dikenakan, tidak mengganggu aktivitas yang dikerjakan, dan memberikan perlindungan yang efektif terhadap bahaya.

Alat ini digunakan untuk mengantisipasi dan mengurangi keparahan dari bahaya yang ditimbulkan karena kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Alat yang digunakan terdiri dari:

1. Sarung Tangan

Sarung tangan yang digunakan harus memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan. Bahan yang digunakan harus dapat menyerap keringat, serta tidak licin saat memegang handle sepeda motor. Sarung tangan ini berfungsi untuk melindungi telapak tangan yang biasanya menyentuh aspal ketika jatuh, atau menahan tubuh pada saat terjadi kecelakaan.

2. Pakaian

Pakaian yang digunakan harus mampu menahan tubuh dari terpaan angin, ataupun benturan ketika terjatuh. Selain itu, pakaian ini harus terdiri dari 2 bagian yakni pelapis atas dan pelapis bawah. Untuk pelapis atas menggunakan jaket tebal yang berfungsi menahan benturan di lima titik, yakni dua titik pundak, dua titik siku, dan satu titik punggung. Sedangkan pelapis bawah menggunakan celana panjang yang dilapisi dengan benturan di kedua titik pada area dengkul.

3. Helm

Helm berfungsi untuk melindungi kepala pemakainya apabila terjadi benturan. Pemilihan dan penggunaan helm harus benar dan sesuai. Helm yang digunakan harus Standard Nasional Indonesia (SNI) karena sudah teruji kekuatannya dalam menghadapi benturan.

4. Sepatu

Sepatu yang digunakan harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh lapisan kaki. Sepatu yang direkomendasikan adalah safety shoes. Penggunaan sepatu bertujuan untuk mengurangi dampak yang diterima apabila terjatuh, atau telapak kaki terlindas mobil ketika sedang berhenti.

Persiapan Kendaraan (Pengecekan)


Sebelum memulai perjalanan menggunakan sepeda motor, pengendara wajib memeriksa kondisi fisik sepeda motor yang akan digunakan. Hal itu dilakukan untuk memastikan kelayakan  atau tidaknya kendaraan itu dijalankan, dan agar permasalahan pada saat berkendara dapat dihindari. Bagian motor yang diperiksa antara lain:

1. Rem

Memeriksa apakah rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, khususnya rem depan yang lebih efektif dalam pengereman. Periksa juga tinggi permukaan minyak rem dan jarak tuas rem.

2. Ban/Roda

Ban yang aus akan mengurangi kemampuan ban dalam menempel dengan jalan. Ban yang aus ini akan mengakibatkan ban menjadi slip terhadap jalan, sehingga dapat menyebabkan jatuh. Tidak hanya aus atau tidaknya ban yang diperiksa, tetapi tekanan angin juga harus diperiksa. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan kondisi motor menjadi tidak stabil, terutama ketika dipakai untuk berbelok arah. Tak hanya itu, kurangnya tekanan ban akan membuat bahan bakar menjadi boros karena tarikan motor menjadi berat.

3. Instrumen Lampu

Pastikan semua lampu dalam keadaan menyala seperti lampu sein, lampu rem, dan lampu kepala. Lampu sein berfungsi untuk memberikan isyarat kepada kendaraan lain bahwa kita hendak berbelok. Lampu rem berfungsi untuk memberikan isyarat kepada kendaraan lain bahwa kita sedang menurunkan kecepatan sehingga mereka bisa menjaga jarak aman. Lampu kepala berfungsi untuk menerangi jalan yang kita lewati, dan memberi tanda kepada kendaraan dari arah berlawanan bahwa ada kendaraan kita.

4. Kaca Spion

Posisi kaca spion yang benar akan memberikan jarak pandang yang lebih luas. Melihat kaca spion pada saat berkendara sangat penting guna memeriksa langsung kondisi di sekitar pengendara.

Posisi Berkendara


Untuk menjaga keseimbangan saat mengendarai sepeda motor, perlu diperhatikan tujuh point utama posisi berkendara yang benar, yakni sebagai berikut:

1. Pandangan mata melihat jauh ke depan (kearah yang hendak dituju) agar jarak pandang menjadi luas.
2. Pundak dalam posisi yang santai
3. Posisi tangan ada di tengah handle gas agar dapat dengan mudah mengoperasikan rem tangan dan saklar.
4. Sikut sedikit menekuk dan santai
5. Duduk dengan posisi dimana dengan mudah mengoperasikan stang kemudi dan rem.
6. Lutut secara ringan menekan tangki bahan bakar diantara paha.
7. Telapak kaki diletakkan pada sandaran kaki dengan posisi lurus.

Saat Perjalanan


Selama dalam perjalanan, pengendara sepeda motor harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut agar senantiasa aman dan terhindar dari kecelakaan.

1. Saat melakukan pengereman, usahakan menggunakan rem depan dan rem belakang secara bersamaan. Dengan kondisi penekanan sebesar 75 persen rem depan, dan 25 persen rem belakang. Pada saat menekan tuas rem depan, gunakan 3 atau 4 jari tangan.

2. Selalu berada pada posisi kiri jalan (kecuali menyalip/mendahului). Jangan berkendara sepanjang sisi kanan jalan walau tidak ada kendaraan dari arah berlawanan. Selalu waspada dengan kemunculan mendadak kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

3. Memberikan lampu sein sebagai tanda arah yang akan dituju kepada pengemudi lain (kurang lebih 3 detik sebelumnya) dan perhatikan kaca spion, terutama kendaraan dibelakang sebelum berpindah jalur. Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika tidak bisa melihat kondisi di depan.

4.Menyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan untuk memberikan tanda arah yang hendak dituju kepada pengguna jalan yang lain. Dianjurkan untuk memastikan keamanan keadaan jalan, dan tidak hanya mengandalkan kaca spion untuk memastikan kondisi lalu lintas karena kaca spion memiliki keterbatasan pandangan.

5. Waspada terhadap rintangan di jalan seperti batu kerikil, tanah, lumpur, oli, dan pasir yang dapat membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga menyebabkan sepeda motor tergelincir dan jatuh. Untuk menghindarinya, kurangi kecepatan pada permukaan jalan yang licin, hindari belok yang terlalu patah, dan pengereman terlalu keras saat melalui kondisi jalan seperti ini. Pengendara juga diharapkan berhati-hati terhadap permukaan jalan di depan, lubang di jalan, dan perbedaan ketinggian pada bahu jalan.

6. Pengendara tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor dengan satu tangan karena dapat menghilangkan keseimbangan pada saat berkendara.

7. Meningkatkan kewaspadaan berkendara saat malam hari, karena sinaran lampu, khususnya lampu depan memiliki keterbatasan penyinaran saat malam hari.

8. Tidak diperkenankan berkendara di bawah pengaruh obat-obatan maupun alkohol. Hal ini dikarenakan obat-obatan dan alkohol dapat menyebabkan kantuk serta mengurangi konsentrasi dan reflek pada saat berkendara, sehingga akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

9. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, seperti selalu berhenti di belakang garis putih pada saat berhenti di lampu merah, tidak masuk ke jalur cepat atau jalur busway yang bukan peruntukannya, dan jangan lupa membawa SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).



Berkendara di atas jalan yang rusak atau musim penghujan banyak disepelekan oleh pengendara. Saat kendaraan berjalan di atas jalan yang rusak, keseimbangan kendaraan menjadi berkurang akibat guncangan yang diterima cukup besar. Hal ini membuat kendaraan bermotor rawan terjatuh. Begitupun dengan kondisi hujan, yang berdampak pada jalanan menjadi licin. Akibatnya ban akan terjadi slip dan dapat mengakibatkan pengendara terjatuh. Untuk menghindari hal tersebut, berikut tips untuk kendaraan saat melintas di jalan yang rusak atau saat musim penghujan.


Ketika Melewati Jalan Yang Rusak


Di jalan yang bergelombang dan tidak rata, perlambat kendaraan anda untuk menghindari guncangan yang mungkin timbul, dan memberikan waktu bagi suspensi kendaraan anda untuk bekerja. Guncangan yang berlebih akibat jalan yang tidak rata dapat mempengaruhi power steering dan suspensi motor anda.

Untuk mengurangi guncangan, angkat sedikit tubuh anda dengan bertumpu pada footpeg motor anda. Jadi, anda bisa membantu meredam guncangan yang timbul akibat jalan yang tidak rata. Sehingga keseimbangan kendaraan anda tetap terjaga.

Berkendara di Malam Hari


Gunakan lampu jauh untuk membuat pandangan lebih jelas. Tetapi ingat, jangan gunakan lampu jauh saat kondisi berkabut. Karena cahaya akan memantul ke arahmu dan akan menghalangi pandangan. Jangan gunakan helm dengan kaca yang sudah tergores, karena pandangan akan menjadi buram. Jangan pula gunakan kaca helm yang berwarna hitam, karena akan membuat pandangan menjadi lebih gelap. Jangan lupa gunakan jaket dengan warna-warna yang cerah seperti merah, oranye, atau kuning. Hal ini dimaksudkan agar pengendara lain bisa mengetahui keberadaanmu.

Berkendara di Musim Hujan


Berhubung saat ini sedang musim hujan, info ini akan sangat berguna untuk kalian para pengendara motor. Jangan gunakan jas hujan ponco, karena sudah banyak kejadian jas hujannya menyangkut di rantai motor, yang menyebabkan penggunanya terjatuh. Jangan lupa untuk turunkan kecepatan kendaraan, karena saat musim hujan kondisi jalan cenderung licin. Yang terakhir, kalian harus tetap jaga jarak aman.




Mengingat kecelakaan motor sangatlah tidak terduga, memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan adalah hal yang wajib diketahui. Berikut ini adalah tips yang bisa kita lakukan ketika kita mengalami kecelakaan lalu lintas.

1. Apabila terjadi tabrakan, cara untuk menghindari cedera yang serius adalah persiapkan diri anda dengan menjatuhkan sepeda motor anda ke tanah. Hal ini dilakukan karena saat kecelakaan tidak mungkin sempat untuk mengubah arah sepeda motor.
2. Saat terjadi tabrakan, reaksi alami pengendara adalah tetap memegang stang sepeda motor. Apabila ini terjadi, ada kemungkinan anda justru menarik gas yang membuat anda terseret semakin jauh. Hal itu akan membuat anda mengalami cedera yang lebih serius. Yang perlu anda lakukan adalah lepaskan stang dan biarkan anda terjatuh dari sepeda motor.
3. Jika anda sudah terjatuh dan terlempar dari motor, pastikan tidak langsung berdiri terlalu cepat, karena kondisi tubuh dan mental masih dalam keadaan stres. Tenangkan diri dengan menarik nafas panjang, tahan, dan hembuskan selama 3 menit. Hal ini bertujuan agar supply oksigen ke otak berjalan lancar.
4. Mintalah pertolongan! Jangan ragu untuk berteriak minta tolong kepada orang lain.
5. Jika terjadi gejala mual, muntah, atau gejala cedera kepala, maka segera periksakan diri ke rumah sakit.




Mengingat jatuh di aspal tidak seenak jatuh di hati gebetan. Untuk itu, mari mulai kesadaran berlalu lintas dari diri kita. Patuhi semua aturan yang berlaku. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe