MENGUNJUNGI RPTRA KALIJODO YANG MERUPAKAN SALAH SATU DESTINASI DIGITAL ANAK JAKARTA

August 24, 2019

RPTRA Kalijodo

Cuaca cerah nan panas khas Kota Jakarta menyelimuti RPTRA Kalijodo, saat saya berkunjung pertengahan Agustus 2019 yang lalu. Menggunakan sepeda motor berwarna putih, hari ini saya berniat menuntaskan rasa penasaran saya terhadap tempat yang cukup viral dan sering muncul di lini masa instagram. Beruntungnya, hari ini merupakan hari libur sehingga saya tidak perlu merasakan kemacetan yang kerap terjadi di Jakarta.

Plang putih dengan outline berwarna oranye bertuliskan "Kalijodo" telah tampak di depan saya, yang menjadi pertanda bahwa saya telah sampai di RPTRA Kalijodo, yang merupakan salah satu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jakarta. Selain memiliki fasilitas kegiatan dan permainan, RPTRA Kalijodo juga memiliki beberapa spot foto yang sangat instagramable. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa banyak kaum millenial Jakarta yang mengunjungi tempat ini.

RPTRA Kalijodo berlokasi di Jalan Pangeran Tubagus Angke Nomor 19, Tambora, Jakarta Barat. Semula, tempat ini merupakan tempat prostitusi yang cukup terkenal di Jakarta, karena kegiatan prostitusi di tempat ini sudah dilakukan sejak tahun 1950-an. Baru pada tahun 2016, tempat ini beralih fungsi menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di bawah program kerja Gubernur DKI Jakarta saat itu, yakni Basuki Tjahaya Purnama atau yang kerap disapa Ahok.

Sebenarnya, tempat ini bukan tempat yang asing untuk saya. Tempat ini cukup dekat dengan kediaman saya. Hanya butuh 15 menit berkendara dari kediaman saya di Cengkareng, Jakarta Barat. Selain itu, lokasi kantor saya yang berada di Ancol, membuat saya selalu melintasi RPTRA Kalijodo setiap berangkat dan pulang bekerja. Walau melintasi tempat ini setiap hari, tetap tak menarik minat saya untuk mengunjunginya. Saya lebih memilih  menghabiskan waktu libur akhir pekan di gunung atau pantai. Namun seiring sering munculnya foto-foto yang berlokasi di RPTRA Kalijodo yang cukup instagramable, membuat saya terpincut dan tertarik untuk mengunjungi, walau hanya sekadar berswafoto yang akhirnya akan saya posting di sosial media.


Kumpulan Feed RPTRA Kalijodo di instagram

The Power Of Sosmed, begitu orang menyebutnya. Sosial media memiliki andil yang sangat besar dalam mempromosikan tempat wisata di era revolusi industri 4.0 ini. Dengan sedikit bidikan lensa kamera, serta dibantu daya magis sosial media, foto-foto yang dihasilkan dapat menyihir orang untuk datang menyambangi.

Sesampainya di RPTRA Kalijodo, segera saya parkir kendaraan saya di tempat parkir yang telah tersedia. Mengambil karcis parkir terlebih dahulu pada gate parkir yang ada, pengunjung yang menggunakan sepeda motor akan dikenakan tarif parkir sebesar 2000 rupiah untuk 1 jam pertama. Sedangkan pengunjung yang menggunakan mobil akan dikenakan tarif parkir sebesar 5000 rupiah untuk 1 jam pertama.


Ketika masuk ke dalam kawasan RPTRA Kalijodo, saya langsung ditampakan dinding besar bertuliskan "RPTRA Kalijodo" dengan dinding-dinding yang telah dilukis beraneka rupa (mural). Spot ini merupakan salah satu spot foto favorit para pengunjung yang datang kesini. Terlihat beberapa muda-mudi yang sedang asik berfoto.

"1,2,3, oke," kata gadis berkerudung merah seraya memegang telepon genggam yang digunakan untuk memfoto temannya.
"sekali lagi, Cha," ucap gadis yang menjadi objek fotonya itu.





Tak ingin kalah dengan mereka, saya pun segera mengambil telepon genggam yang ada di dalam tas selempang untuk mengabadikan momen saya disini. Puas mengabadikan momen di depan mural RPTRA Kalijodo, saya segera bergegas ke spot lain yang ada disini. Sejauh mata memandang, terlihat anak-anak berlarian dan bermain di setiap fasilitas yang disediakan. Jelas terpancar raut wajah bahagia di wajah mereka.

Skate Park di RPTRA Kalijodo

Spot kedua yang saya kunjungi adalah skateboard park. Untuk fasilitas ini, mayoritas dimainkan oleh anak-anak remaja, walau ada sebagian anak kecil yang didamping orang tuanya. Spot foto disini pun tak kalah bagus jika dibandingkan dengan spot foto di depan mural tadi. Terlihat ada yang sudah mahir bermain skateboard, namun tak sedikit pula yang terlihat awam saat menggunakan skateboard. Tak lama berselang, gelak tawa pecah di area skatepark ini.

"Hahaha," suara ketawa dari bibir-bibir mungil para pengunjung.

Ketawa lepas karena melihat anak kecil yang terjatuh saat bermain perosotan menggunakan skateboard. Dibalik pemandangan yang seru ini, ada pemadangan lain yang cukup miris untuk disaksikan. Terlihat beberapa aksi vandalisme berupa coretan-coretan di beberapa titik area skate park dari jiwa-jiwa labil yang ingin menunjukkan eksistensi diri. Harusnya, fasillitas yang ada disini dijaga dengan baik dari sampah ataupun dari aksi vandalisme.

Masih berada di area yang sama, kali ini mata saya tertuju pada anak-anak yang bermain sepeda BMX.  Mayoritas yang bermain sepeda BMX ini merupakan anak laki laki. Usut punya usut, mereka cukup rutin datang kesini. Sandi misalnya, remaja yang sekarang duduk di bangku kelas IX ini datang bersama teman-temannya.

"Cukup rutin, seminggu sekali lah kesini," ucap Sandi.
" Pernah cedera ga pas main BMX," tanya saya dengan penuh rasa penasaran.
"Pernah," jawab Sandi dengan wajah yang datar.
"Trus engga kapok emangnya,"  ucap saya yang semakin penasaran.
"Engga hehehe,"  jawab Sandi dengan santai.

Jawaban Sandi ini menunjukan semangat anak muda yang tak pantang menyerah. Untuk menjadi pemain BMX professional memang butuh kerja keras, dan tak jarang harus terjatuh yang terkadang dapat menyebabkan cedera pada kaki. Puas di area ini, saya memutuskan untuk meneduh sambil menikmati secangkir kopi di kedai-kedai PKL binaan yang ada di RTPTRA Kalijodo. Bentuknya tertata rapi dengan aneka macam makanan dan minuman tersedia. Dan yang pasti, tempat ini pun cukup instagramable jika dapat memilih angle yang pas.
 

PKL Binaan RPTRA Kalijodo

"Kopi hitam, bu, satu," ucap saya kepada ibu penjaga warung.

Tak lama berselang, kopi yang saya pesan pun datang. Sambil meneguk secangkir kopi hitam arabika ini, saya amati riuh gembira anak-anak dan muda-mudi yang sedang bermain di RPTRA Kalijodo. Sebenarnya, saya masih ingin mengexplorasi spot foto yang bagus disini, namun karena keterbatasan waktu harus saya akhiri perjalanan ini. Tak terasa jam di arloji sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, dan matahari sudah berada di ufuk barat pertanda siang akan segera berganti malam. Waktunya saya untuk bergegas pulang agar dapat sholat maghrib di rumah.

"Berapa, bu?" tanya saya kepada ibu penjaga warung.
"lima ribu, mas," ucap ibu penjaga warung.

Ternyata, harga makanan dan minuman disini pun relatif standar, artinya tidak "ditembak" seperti yang kerap saya alami di tempat wisata lain. Kemudian saya bergegas meninggalkan kedai kopi tersebut, dan menuju lokasi dimana motor saya diparkir. Hati yang senang karena rasa penasaran saya menghilang, menemani jejak langkah kaki saya menuju parkiran. Selain itu, saya mendapat beberapa foto yang sangat instagramable yang akan saya upload di sosial media.


Setelah sampai di parkiran, terlebih dulu saya menggunakan jaket, masker, dan helm untuk keselamatan saat perjalanan pulang. Setelah itu, saya keluar dari area RPTRA Kalijodo melalui gate parkir yang berbeda seperti saat masuk ke area ini. Saya menyodorkan karcis parkir yang saya dapat saat masuk tadi kepada penjaga.

"dua ribu," ucap penjaga parkir yang entah siapa namanya.
"ini, mas," ucap saya sambil mengeluarkan uang 2000 rupiah.

Kemudian saya menarik pedal gas diiringi matahari berwarna keemasan di ufuk barat. Sekian akhir perjalanan saya di RPTRA Kalijodo yang merupakan destinasi digital di Jakarta Barat. Sebuah tempat sederhana yang dipoles dengan sedikit kreatifitas dan seni, yang akhirnya membawa dampak besar bagi banyak orang, baik pedagang mapun pengunjung.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe