MENGUATKAN WACANA INDUSTRI SAWIT SEBAGAI INDUSTRI STRATEGIS NASIONAL

September 22, 2019


Kelapa Sawit (Sumber:Kumparan.com)

Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Pada 2018, produksi kelapa sawit Indonesia mencapai rekor tertinggi, yakni 47,4 juta ton. Tingginya angka produksi sawit ini tentu tak mengherankan. Tumbuhan tropis yang berasal dari Afrika Barat ini hanya dapat hidup di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, serta suhu dan kelembapan udara yang baik. Itu pula yang membuat industri kelapa sawit layak dijadikan sebagai industri strategis nasional.

Potensi kelapa sawit menjadi industri strategis nasional patut menjadi perhatian khusus pemerintah. Pasalnya, industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam meningkatkan makro ekonomi Indonesia. Selain itu, industri kelapa sawit juga dapat menuntaskan masalah yang telah dialami Indonesia sejak krisis ekonomi tahun 1997 lalu, yakni lambatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya jumlah pengangguran, dan distribusi pendapatan yang tidak merata.

Menurut Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yang dilansir dari beritasatu.com, industri kelapa sawit merupakan kekuatan dan sangat penting bagi Indonesia karena berfungsi sebagai bahan pangan dan energi. Selain itu, sawit secara ekonomi memberikan kontribusi terhadap devisa negara dan memberikan penghidupan bagi masyarakat.

Pernyataan ini diperkuat oleh Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Menurutnya, pemerintah harus menetapkan industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis karena berbagai pertimbangan. Pertama, industri sawit memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Kedua, industri sawit mampu mengentaskan kemiskinan. Ketiga, industri sawit mempunyai peranan penting dalam membantu pemerataan pembangunan daerah. (Okezone, Edisi November 2015).
 
     Benarkah klaim ini?

Pertama, pengaruh kelapa sawit terhadap perekonomian Indonesia harus dibuktikan dengan adanya kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu sektor yang menentukan dalam PDB adalah sektor pertanian, dengan sub sektor perkebunan. Dalam sub sektor perkebunan, kelapa sawit tampil sebagai penyumbang devisa terbesar dengan 287 trilliun rupiah selama tahun 2017. Kelapa sawit mengungguli sub sektor perkebunan lainnya seperti jagung, kopi, teh, karet, dan lain-lain. Bahkan, sektor perkebunan mengalahkan sektor minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi primadona sebagai penyumbang devisa terbesar. (PPDB, Edisi Maret 2018).

Kedua, pengaruh industri sawit terhadap pengentasan kemiskinan dapat dilihat dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang terserap. Menurut Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, industri sawit nasional berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Industri sawit nasional mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 16, 2 juta tenaga kerja. Dengan rincian sebanyak 4,2 juta tenaga kerja terserap pada industri sawit secara langsung, dan sebanyak 12 juta tenaga kerja yang terserap pada sektor hilir dan industri pengolahan lainnya. (Tempo, Edisi November 2018)

Ketiga, kehadiran industri sawit di pedesaan memberikan andil dalam pembangunan infrastruktur yang digunakan untuk kepentingan umum. Perkebunan kelapa sawit juga membangun sarana dan prasarana penunjang seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas berupa rumah ibadah, fasilitas jalan, maupun fasilitas-fasilitas lainnya.

Perkebunan kelapa sawit yang tumbuh pesat di pedesaan juga memunculkan pusat perdagangan dan kegiatan pendukung lainnya. Pusat perdagangan muncul karena adanya transaksi karyawan perkebunan pada pasar lokal yang cukup besar setiap bulannya. Akhirnya, kegiatan ini memicu berkembangnya ekonomi lokal, supplier lokal, kontraktor lokal, dan sebagainya. (GAPKI, Edisi 2017).

      Lalu, apa artinya bagi masyarakat?

Dibalik narasi mengenai dampak negatif yang kerap muncul ke permukaan, ada banyak manfaat jika industri sawit dijadikan sebagai industri strategis nasional. Pertama, Industri sawit menjadi komoditas yang dilindungi negara. Dengan demikian, perkembangan industri sawit akan tumbuh lebih cepat karena banyak investor yang tertarik untuk mengembangkan industri sawit di Indonesia.

Kedua, efek domino dari pertumbuhan industri sawit berupa tumbuhnya ekonomi pedesaan yang akhirnya memunculkan pemerataan pendapatan, berkurangnya jumlah pengangguran, dan percepatan ekonomi Indonesia. Ketiga, menjadi tugas bersama antar pemangku kepentingan, baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat untuk menepis kampanye negatif yang kerap melanda industri sawit Indonesia. Semoga!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe