PERAN KOPERASI ZAMAN NOW DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN

October 22, 2019


Kemiskinan masih menjadi masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan. Tahun 2018, pemerintah mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi di mana seseorang memiliki pendapatan sebesar Rp 401.220 per bulan atau setara dengan 2,5 dollar AS.

Beberapa hal yang menjadi penyebab tingginya tingkat kemiskinan yaitu banyaknya jumlah pengangguran, rendahnya pendidikan, sedikitnya lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Indonesia sampai Maret 2019 sebanyak 25,14 juta orang.

Masalah kemiskinan harus segera diselesaikan karena memiliki efek yang cukup luas (Multiplier Effect). Kemiskinan dapat memunculkan masalah sosial lain seperti kriminalitas. Hal ini diketahui dari motif dan latar belakang ekonomi para pelaku tindak kejahatan selama ini.

Tentu, pemerintah terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan sedikit demi sedikit. Salah satu program yang diluncurkan untuk mengentaskan kemiskinan adalah Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Namun, cara ini dianggap tidak efektif karena program ini bersifat konsumtif dan bukan berbentuk pemberdayaan. Selain itu, program ini juga dikritik banyak pihak karena akan menumbuhkan mentalitas manja pada para penerima bantuan.


Setelah itu, pemerintah menggulirkan program PNPM Mandiri karena dianggap lebih bersifat pemberdayaan. Namun, program ini pun tidak berhasil mengentaskan kemiskinan. Banyak penyelewengan-penyelewengan yang terjadi di daerah-daerah. Dan saat ini, pemerintah telah merevitalisasi koperasi agar dapat berperan maksimal dalam perekonomian nasional.



PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA


Menurut Undang-undang No 25 Tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Koperasi memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Bahkan, koperasi digadang-gadang akan menjadi pemain ekonomi paling berpengaruh untuk perekonomian nasional, karena dapat bersaing dengan korporasi dan BUMN.

Namun, koperasi harus dikembalikan fungsinya sebagaimana tujuan awal pembentukannya. Sesuai Undang-undang No 25 Tahun 1992, koperasi memiliki tujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, kehadiran koperasi dapat membantu warga yang minim akses permodalan ke perbankan. Seperti diketahui, para UMKM kesulitan untuk mengembangkan usaha karena keterbatasan modal yang ada. Sedangkan untuk meminjam modal ke bank, banyak kesulitan yang mereka hadapi. Mulai dari prosedur peminjaman yang cenderung berbelit-belit, hingga syarat yang tidak mudah untuk dipenuhi.


Tak heran banyak UMKM yang lebih memilih melakukan pinjaman modal ke koperasi. Peminjaman modal di koperasi cukup mudah dilakukan. Peminjam cukup menyediakan berkas yang dibutuhkan seperti fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Setelah itu, pinjaman akan langsung didapat saat itu juga.

Tak heran jika jumlah koperasi terus berkembang. Jumlah koperasi yang semakin berkembang tentu menjadi asset bagi negara, karena koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, jumlah koperasi hingga tahun 2018 sebanyak 138.140 unit. Dengan jumlah koperasi terbanyak berada di Jawa Timur, kemudian disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Kontribusi koperasi terhadap PDB pun terbilang cukup besar. Pada tahun 2015, kontribusi koperasi terhadap PDB mencapai 4,41% atau sekitar 508.58 miliar rupiah. Sedangkan kontribusi dari anggota koperasi mencapai 18,71% atau mencapai 11.54.789,8 miliar rupiah.




PERAN KOPERASI DALAM MEMBERDAYAKAN EKONOMI MASYARAKAT


Lalu, bagaimana peran koperasi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat? Setidaknya ada beberapa peran koperasi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, baik dari sisi anggota maupun masyarakat umum pengguna jasa koperasi.



Dari Sisi Anggota Koperasi

Pertama, meningkatkan pendapatan anggota. Dengan bergabung menjadi anggota koperasi, seorang anggota memiliki kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Umumnya, tambahan penghasilan ini didapat dari Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU merupakan laba yang didapat koperasi selama 1 tahun pembukuan. Tentunya, laba yang diperoleh setelah dikurangi dengan beban operasional dan kewajiban-kewajiban termasuk pajak.


Kedua, meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan mendapat tambahan penghasilan dari SHU. Maka, anggota koperasi akan dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Jadi, anggota koperasi tersebut dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi, yang akhirnya akan memutus mata rantai kemiskinan dalam keluarganya.

Ketiga, ikut mencerdaskan anggota koperasi. Anggota koperasi tidak hanya mendapatkan keuntungan berupa materi saja, melainkan juga ilmu. Hal ini karena anggota koperasi akan dilatih agar memiliki keterampilan seperti manajemen bisnis dan keuangan. Ilmu manajemen keuangan ini tidak hanya berguna pada pekerjaannya saja, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, anggota koperasi dapat mengatur keuangan rumah tangga dengan baik. Mana uang yang akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan mana uang yang harus ditabung untuk masa depan.


Dari Sisi Masyarakat Umum

Pertama, mengembangkan usaha masyarakat. Dengan bantuan modal usaha yang diberikan koperasi, UMKM akan dapat mengembangkan usahanya. Dengan begitu, UMKM akan lebih cepat berkembang dan secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatannya.

Kedua, menciptakan lapangan pekerjaan. Jika UMKM sudah berkembang dengan baik, otomatis akan membutuhkan karyawan untuk membantu operasional. Dengan begitu, UMKM ini akan membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

Ketiga, meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan usaha yang berkembang, pelaku UMKM dapat meningkatkan taraf hidup sehingga akan mendapatkan penghidupan yang layak.

Keempat, ikut mencerdaskan pelaku UMKM. Para UMKM tidak hanya dijadikan "sapi perah" oleh koperasi, tetapi diperlakukan layaknya mitra bisnis. Koperasi akan membantu kelancaran operasional UMKM dengan memberikan penyuluhan berupa manajemen keuangan, manajemen bisnis, cara berpromosi, dan lain-lain.


You Might Also Like

0 comments

Subscribe